Research Results

CABAI Hibrida

Screen House GLB, Bogor, Desember 2010 s/d April 2011

 

Penggunaan GLB + 0.5 NPK terbukti memberikan hasil panen cabai hibrida paling besar yaitu  di atas 20 kg per Ha, kenaikan hampir dua kali lipat dibanding tanaman yang menggunakan NPK saja dengan hasil sebesar 12 kg per Ha dan kenaikan 3 kali lipat dibanding kontrol yang tidak menggunakan pupuk.  Pupuk GLB juga terbukti lebih unggul dibandingkan pupuk hayati Y, J dan X.

 

 

PADI varietas Gilirang

Desa Karakal, Ciawi-Bogor, November 2010 s/d Maret 2011

 

 

Padi Gilirang yang menggunakan 1 GLB + 0.5 Urea memberikan hasil yang paling tinggi yaitu hampir 7 ton per Ha. Hasil ini lebih tinggi dibandingkan dengan Padi yang menggunakan Urea saja. Produk hayati lain hasilnya antara 4 sampai dengan 5 ton per Ha. Dengan menggabungkan pupuk hayati GLB dengan 0.5 Urea, akan memberikan penghematan biaya tanam yang cukup besar.

SINGKONG varietas Manggu

Screen House GLB, Bogor, 2010 s/d 2011

 

 

.

Tanaman singkong yang menggunakan pupuk GLB + 0.5 Urea menghasilkan 54.07 ton per Ha yang adalah dua kali lipat lebih besar dibanding tanaman tanpa GLB yaitu 24.40 ton per Ha.

Hasil usaha tani menunjukkan bahwa penggunaan pupuk 1 L GLB saja ataupun penggunaan pupuk 1 L GLB + 0.25 NPK pada area sebesar 1 Ha dengan 30 kg bibit Pak Choy memberikan keuntungan bersih hampir dua kali lipat, dibandingkan dengan penggunaan 1 dosis NPK. Hal ini terjadi karena pada peerlakuan 1 L GLB saja, terjadi penghematan biaya NPK sampai Rp 1.625.000/Ha dan pada perlakuan 1 L GLB + 0.25 NPK terjadi penghematan sebesar RP 1.200.000/Ha.

SAWI PAKCHOY

Institut Pertanian Bogor (IPB), Oktober s/d Desember 2010

 

 

.