Company 

Hayati vs Organik

 

 

 

 

 

 

 

Pupuk Hayati adalah pupuk yang terbuat dari kumpulan mikroba hidup. Mikroba hidup ini akan mempercepat proses penguraian unsur-unsur hara alami tanah sehingga siap diserap oleh tanaman menjadi berlimpah. 

 

Sedangkan Pupuk Organik terbuat dari pelapukan bahan organik antara lain kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen, limbah industri dan ternak.  

Company Profile

 

PT. Green Life Bioscience adalah perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis, terutama produk-produk pupuk hayati yang berbasis mikroba. Dengan motonya “When we see GREEN, we see LIFE”, perusahaan kami memiliki visi untuk meningkatkan kesadaran para petani di Indonesia akan pentingnya mengubah tata cara pemupukan, dari penggunaan pupuk kimia yang konvensional, ke arah yang lebih hijau, yaitu dengan menggunakan pupuk yang bersifat hayati.

 

Setiap produk Green Life Bioscience  diformulasikan secara khusus oleh team Research dan Development (R&D) Profesional kami dan telah melewati tahap-tahap uji coba baik di lapangan uji coba perusahaan kami, di lahan pertanian asli,  maupun di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan hasil yang memuaskan. Di samping itu, team R&D kami selalu aktif melakukan proses seleksi untuk menemukan mikroba-mikroba unggul yang paling berpotensi terhadap kondisi tanah di Indonesia.

 

Selain memiliki fasilitas laboratorium penelitian pribadi, Green Life Bioscience dilengkapi dengan fermentor skala besar dan proses pengisian secara otomatis sehingga mampu memenuhi permintaan produksi dalam jumlah besar dengan delivery time yang cepat. 

 

Keunggulan

 

  • Diproduksi dengan teknologi modern dengan proses produksi skala besar serta Quality Control ketat  sehingga kualitas produk terjamin.

  • Menggunakan mikroba tanah terseleksi yang unggul dan sesuai untuk kondisi tanah dan iklim di Indonesia.

  • Dosis diperlukan jauh lebih rendah dari pupuk hayati lainnya namun hasil panen lebih optimal. Dengan pemakaian dosis rendah, biaya produksi lebih rendah. 

  • Mampu meningkatkan kualitas tanaman, mempercepat dan meningkatkan proses pembungaan dan pembuahan.